memang VS kenapa

yup… dalam hidup ini kita selalu mengeluarkan kata “kenapa” daripada “memang”…

Terlalu banyak yang kita tuntut dri dunia ini tanpa mengusahakannya.. ataupun terlalu banyak dari kita tidak pernah berpuas diri dari hasil kita sendiri..

jarang sekali orang bersyukur (entah bersyukur kepada siapa pokoknya bersyukur dan merasa senang) terhadap hasil maupun kenyataan yang didapatkan..

contohnya saja aku…

aku merasa sering menjadi orang yang serba kekurangan..

kenapa aku tidak secantik Agnes monika (hehehe =p)

kenapa aku tidak sekaya orang2 diluar sana yang bisa mengeluarkan seenak nya sendiri, membeli apapun yang dia suka,dll

kenapa aku tidak sepintar einstein?

kenapa sih mami selalu ngomel2 atau nanya hal2 yang ga aku suka?

kenapa sih temen kelasku ada yang juajinya setengah hidup?

kenapa sih aku yang selalu kena apesnya?

kenapa sih aku yang harus menghadapi ini semua?

ataupun kenapa kenapa kenapa lainnya…

ini hari aku disadarkan dari cerita seorang teman…

alangkah bersyukurnya aku menjadi seorang ANITA sekarang ini…

bener2 tidak terduga bahwa terkadang orang yang kita anggap sempurna, atau bahasa inggrisnya perfect akan mengalami hal yang begitu berat dan sulit.. bahkan kalo mau ditukarkan samaapapun yang ada di dunia sekalipun, tidak ada yang mau menukarkannya…..

bener ga sih kalo kita itu mempunyai kehidupan kita sendiri2?

aku percaya itu..

terkadang semua yang kita dapatkan apa lagi sampai kadang muncul kata “kenapa” dari dalam pikiran kita itu adalah hal yang berat,TAPI semua merupakan yang terbaik dari dan bagi kita sendiri…

kita selalu membandingkan diri kita dengan kelebihan dan kemewahan yang ada, tapi pernahkah kita berpikir kalo kita ini sudah jauh lebih baik dari pada orang2 yang ada di afrika sana?

jangan kan yang di afrika… liat disekitar surabaya saja,terkadang itu sudah cukup membantu kita bisa bersyukur.. kita sudah terlahirkan di keluarga yang baik2 dan mempunyai didikan moral serta sopan santun…sudah punya mama dan papa yang selalu siap mendukung membela dan lainnya, atau mungkin punya saudara yang sering kita ajak berantem tapi selalu dapat diandalkan, ai-ampe-akko-icang-ammu sepupu2-ataupun semua lingkungan yang udah membantu kita soro..

Kalaupun kita mengalami hal yang tidak mengenakan dihatipun ya sudah mau diapakan lagi.. paling kita MENYADARI saja bahwa “memang” inilah AKu….

MEmang Aku yang walaupun tidak secantik agnes monica tapi masi bisa tertawa setiap saat, tidak pusing nyari pangeran idaman berkuda yang sederajat….

memang aku yang walau ga sekaya orang2 kaya dunia, tapi aku masi bisa membeli barang, makan dan bersekolah serta masi bisa memberi sedikit ke orang lain.

memang mami selalu ngomel2 atau nanya hal2 yang ga aku suka, tapi itu membuktikan bahwa aku punya mami yang perhatian dan sayang ma aku.

memang temen kelasku ada yang juajinya setengah hidup, tapi dengan begitu aku bia melatih kesabaranku.. <>

Memang aku yang selalu kena apesnya, berarti kita harus lebih melatih kewapadaan terhadap diri ktia.. kan semua yang terjadi ada sebab-akibatnya (paticcasamupadda) hahahaha

Yah inilah hidup……

memang susah-susah-gampang……. tapi semoga aja lah…… dengan jasa2 kebajikan yang udah kita buat selama ini entah diwaktu sekarang atau yang lampau dapat mendatangkan kebahagiaan bagi diri kita dan semua mahluk ya…..

Sabbe satta bhavantu sukkhitatta

4 Responses to “memang VS kenapa”

  1. -RioTaRo- Says:

    wow
    great thinking about life..

    ya dengan bertanya mengapa mengapa dan mengapa kita tentunya bisa menjadi orang yang lebih baik,,,
    klo ga pernah bertanya mengapa dan selalu menerima apa adanya itu malah menurutku jadi orang yang ga berkembang…
    tentunya walaupun pengen jadi orang yang lebih baik kita tentu tetap harus bersyukur kepada apa yang telah kita dapatkan selama ini…
    seperti yang dikatakan “The Secret”, kita harus bersyukur atas apa yang telah kita punya karena dengan begitu kita akan menemukan kebahagiaan atas kecukupan yang ternyata telah kita punya.. hohoho

  2. Ganda Says:

    Wkwkwk…
    kosong adalah berisi, berisi adalah kosong

    hehe.. ga nyambung ya nit??
    betul yg kmu bilang kalo semua itu terjadi ada sebab akibatnya (paticcasamupada)..

    hari ini lagi ga isa tidur, banyak pikiran…
    uda ngehabisin wkt sambil main, buka web dll biar enjoy tapi tetep ga isa.
    di saat2 begitu, jadi teringat2 waktu aku biasae lagi buka emailku, beberapa kali ada tulisan “Anita has update her blogs”, jadi penasaran pengen baca..

    ternyata ada kaitannya juga dengan yang ta alami akhir2 ini..
    apalagi tentang yang “memang VS kenapa”

    Teruskan usahamu menulis2 blog n masukan2 ya.. biar siapa tau bisa menginspirasi teman2 kita lainnya yg mungkin juga lagi kesusahan ^^
    sadhu.. sadhu.. sadhu…

    nanti judulnya bukan lagi “what I get” tapi “what we get” hehe..
    Gbu

  3. Hery Says:

    hmm… hidup ini hidup gue, gak ada seorang pun yang bisa mengatur. memang orang tua masih bisa mengatur, namun kita sendiri yamg menentukan.

    lagian einstein gak pinter, dia pernah gak naek kelas.. einstein cuman jenius.

  4. Hery Says:

    n lagi menurut Andrie wongso. Motivator handal no 1 di Indonesia. buku “the Secret” cuma membahas sebagian saja cara ingin sukses. di buku itu cuma apa yang kita inginkan bisa terjadi.
    keinginan dimulai dari kita sadar, siapa sih kita, bagaimana kita ini. kita sadar lalu ingin menjadi lebih baik.
    tapi kalau cuma sadar dan ingin saja percuma.
    langkah ketiga yang diberikan Andrie Wongso adalah perjuangkan..!!
    kita harus memperjuangkan, kita harus berusaha keras, mengeluarkan segala usaha kita, memeras keringat kita… baru kita akan berhasil.
    percuma kalau cuma ingin, ingin saja…

Leave a Reply